Kerja dan Amal
Sudah saatnya kita menempatkan apa yang kita kerjakan saat ini sebagai ibadah. Sebab dalam kerangka semacam itu, hati kita bisa tenang, tenteram dan tak akan merasa berat ketika mendapatkan masalah kerja. Menempatkan kerja dalam kerangka ibadah berarti kita harus memahami pula bahwa apa yang kita kerjakan adalah jihad.
Sebab, selama ini, pemahaman tentang jihad yang berkembang adalah pemahaman membela Islam. Padahal, dengan menghidupi keluarga atau sanak kerabat dekatpun sebenarnya kita telah membela Islam.
Dalam hal kerja keras inilah diriwayatkan bahwa Rasulullah sangat menghargai mereka yang memelihara harga dirinya dengan enggan meminta-minta. Meski kita “bersimbah peluh, berkuah keringat” - kata-kata yang sering diujarkan oleh Aa Gym, sapaan akrab KH Abdullah Gymnastiar - semuanya adalah amal dan akan dicatat diperbendaharaan-Nya.
Ini berarti tak ada pekerjaan yang sia-sia buat seorang Muslim jikalau ia menempatkannya dalam kerangka ibadah atau jihad apalagi itu untuk mengangkat harkat dan martabat orang-orang di sekitarnya.
Kalaupun kerja seseorang itu mendapatkan kegagalan, itu pun bukan berarti ia gagal total. Bisa jadi itulah saat ia harus menyiapkan rencana yang jauh lebih matang agar apa yang ia kerjakan bermanfaat bagi dunia dan berguna buat akhirat kelak.n mns/mqp
Prinsip Kerja Hati
Bila hati kian bersih, pikiranpun selalu jernih,
semangat hidup kan gigih, prestasi mudah diraih,
tapi bila hati busuk, pikiran jahat merasuk,
akhlakpun kian terpuruk, dia jadi makhluk terkutuk.
Bila hati kian lapang, hidup susah tetap senang,
walau kesulitan menghadang, dihadapi dengan tenang,
tapi bila hati sempit, segalanya jadi rumit,
seakan hidup terhimpit, lahir batin terasa sakit.
Bagi yang sering mengikuti pengajian manajemen qolbu di manapun, tampaknya syair yang sering disenandungkan oleh Aa Gym ini terdengar sudah biasa. Padahal sebenarnya terkandung prinsip kerja hati yang sangat dalam.
Bukankah aktivitas kita sehari-hari lebih banyak menyulut aktivitas emosi yang kadang muaranya berasal dari hati. Melalui senandung ini, Aa Gym tengah berbagi pada kita bagaimana seharusnya kita menata hati di segala kesempatan.